Meta Menerapkan Label pada Produk Buatan AI

Meta berupaya mengidentifikasi dan memberi label pada gambar yang dibuat dengan AI (kecerdasan buatan) yang dibagikan di platformnya. Langkah ini diambil menjelang pemilihan umum 2024, di tengah kekhawatiran bahwa alat AI dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi dan menyesatkan.

Langkah Meta untuk Meningkatkan Transparansi dan Keamanan Konten AI dengan Label

Dalam beberapa bulan mendatang, Meta akan mulai menambahkan label “Dibuat dengan AI” ke gambar yang dibuat dengan alat dari Google, Microsoft, OpenAI, Adobe, Midjourney, dan Shutterstock. Hal ini diungkapkan oleh Nick Clegg, Presiden Global Affairs Meta, dalam sebuah posting blog pada hari Selasa. Ungkapan tersebut berisi bahwa meta sendiri sudah menerapkan label serupa, yaitu “dibayangkan dengan AI”, untuk gambar fotorealistik yang dibuat dengan alat pembuat AI miliknya. Selain itu, Clegg mengatakan bahwa Meta bekerja sama dengan perusahaan pengembang alat AI untuk menerapkan standar teknis umum. Oleh karena itu, Meta akan menerapkan label di Facebook, Instagram, dan Threads dalam berbagai bahasa.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran para ahli informasi online, anggota parlemen, dan eksekutif teknologi tentang potensi penyalahgunaan alat AI untuk menyebarkan informasi palsu menjelang pemilu 2024 di Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya. Selain iti, Dewan Pengawas Meta sendiri sebelumnya mengkritik kebijakan manipulasi media Meta yang “tidak koheren”.

Pentingnya Transparansi Label dan Tips untuk Pengguna 

Penanda standar industri baru yang memungkinkan Meta memberi label, belum diterapkan pada video dan audio yang dihasilkan oleh AI. Pada situasi ini, Meta sedang menerapkan fitur yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi kapan konten video atau audio yang mereka bagikan dibuat dengan AI. Pengguna akan diwajibkan untuk menerapkan pengungkapan ini untuk video atau audio realistis yang “dibuat atau diubah secara digital” dan dapat menghadapi penalti jika tidak melakukannya, kata Clegg.

Dia menambahkan hawa Perusahaan dapat menambahkan label yang lebih mencolok pada gambar, video, atau suara yang dibuat atau diubah secara digital. Terutama, jika konten tersebut memiliki risiko tinggi untuk menipu publik secara materiil tentang masalah penting.

Selain itu, Meta juga berupaya mencegah pengguna menghapus tanda air tak terlihat dari gambar buatan AI. Berdasarkan itu, Cleg menyatakan bahwa pekerjaan ini sangat penting karena mungkin menjadi ruang yang semakin penuh persaingan di tahun-tahun mendatang. Bahkan, orang dan organisasi yang ingin menipu orang dengan konten buatan AI akan mencari cara untuk menghindari pengamanan.

“Penting untuk mempertimbangkan beberapa hal saat menentukan apakah konten ini telah dibuat oleh AI. Seperti memeriksa apakah akun yang membagikan konten tersebut dapat dipercaya atau mencari detail yang terlihat atau terdengar tidak wajar,” tambahnya.

Meta Memperluas Alat Anti-Pemerasan “Take it Down”

Secara terpisah, Meta juga mengumumkan perluasan alat anti-pemerasan “Take it Down” yang didukung Pusat Nasional Anak Hilang & Tereksploitasi. Alat Take it Down ini membantu remaja melindungi gambar intim mereka dengan pengidentifikasi unik, memungkinkan platform untuk menghapusnya dengan mudah.

“Take it Down” diluncurkan tahun lalu dalam bahasa Inggris dan Spanyol, dan sekarang akan diperluas ke 25 bahasa dan negara tambahan. Pengumuman “Take it Down” muncul setelah CEO Meta Mark Zuckerberg, bersama dengan pemimpin perusahaan media sosial lainnya. 

Harapannya, langkah ini dapat membantu meningkatkan transparansi dan keamanan seputar konten AI dan melindungi penggunanya dari informasi yang menyesatkan.

Baca juga: ClimateGPT: Platform AI Open-Source Melawan Disinformasi Iklim